Pasar Swalayan

Kejanggalan Harga di Pasar Swalayan

admin Uncategorized

Pasar swalayan adalah salah satu pilihan masyarakat dalam berbelanja. Memilih pasar swalayan untuk berbelanja biasanya dengan alasan tempatnya yang lebih nyaman, bisa memilih dan mencari dengan mudah apa yang dibutuhkan, ada harga promo dan diskon yang menarik. Namun demikian, pasar swalayan juga bisa merugikan konsumen seperti seperti barang-barang yang kadaluarsa, harga yang berbeda antara display dengan kasir, hingga promo-promo yang berkesan mengakali konsumen.

Hari ini saat ke salah satu pasar swalayan yang terkenal di Indonesia, saya menemukan sesuatu yang lucu yang bisa dikatakan dapat membuat konsumen tertipu bila tidak teliti dalam memilih barang. Di swalayan tersebut terdapat barang-barang yang sama persis yang dijual dengan paket yang berbeda yaitu secara satuan dan secara paketan. Satu paket baran diikat atau dikemas menjadi satu. Ada yang terdiri dari tiga, empat dan lima barang yang sama.

 

Pasar Swalayan
Pasar Swalayan

 

Menurut https://otomax.id/ secara umum, konsumen akan mengira bahwa harga barang yang dijual dalam paket-paket yang terdiri dari beberapa barang relatif lebih murah dibandingkan bila membeli secara satuan. Misalnya barang X persatuan dijual Rp4.150,- bila dijual perpaket yang berisi 4 buah barang yang sama maka biasanya harganya lebih murah dari Rp4.150,- X 4 (Rp16.600,-), bisa diberi harga Rp16.000,- atau Rp16.500,- atau Rp15.000,- atau yang lainnya. Dengan demikian konsumen biasanya lebih memilih membeli barang-barang secara paket karena harganya relatif murah daripada membeli secara satuan.

Di pasar swalayan yang saya datangi hari ini ternyata tidak demikian adanya. Barang-barang yang dijual secara paket harganya ternyata lebih mahal dibandingkan bila membeli secara satuan. Misal barang X persatuan dijual Rp4.150,- bila dijual perpaket yang berisi 4 buah barang yang sama maka seharusnya paling mahal harganya adalah kelipatan empatnya yaitu Rp4.150,- X 4 = Rp16.600,-.. Di swalayan tersebut barang paketan dijual Rp17.000,- atau lebih mahal Rp400,- dibanding membeli barang secara satuan sebanyak 4 buah. Kadangkala harga barang paketan dibuat sedemikian rupa (tidak bulat) seperti Rp16.650, atau Rp17.050,- atau lainnya. Saya mengira hal ini untuk menarik perhatian konsumen yang akan mengira harganya lebih murah, atau untuk mempersulit konsumen menentukan harga satuannya dan membandingkan dengan harga sebenarnya.

Perbandingan harga barang yang sama antara yang dijual satuan dengan yang paketan. Ternyata harga barang paketan lebih mahal dari satuan. Telitilah dalam membeli!

Saya sempat memotret dengan kamera ponsel sebuah produk susu yang dijual secara satuan dan paketan (nama swalayan dan produk sengaja ditutup). Gambar di sebelah kiri adalah barang yang dijual secara satuan, harganya Rp2.950,-. Gambar di sebelah kanan adalah barang yang sama yang dijual secara paketan, satu paket isinya tiga barang dengan harga Rp10.050,-. Barang paketan tidak ada klausul apapun seperti mendapatkan hadiah. Bila konsumen tidak teliti, maka akan tertarik membeli barang paketan yang tentu saja dengan asumsi harganya lebih murah. Apalagi harga yang tampil terkesan “kriting” sehingga membuat konsumen malas untuk hitung-hitungan. Bila konsumen lebih teliti maka akan mengetahui bahwa harga barang paketan adalah lebih mahal. Secara satuan dijual Rp2.950,- bila beli tiga buah maka harganya adalah Rp2.950,- X 3 = Rp8.850,-. Sedangkan harga paketan yang berisi tiga buah barang adalah Rp10.050, lebih mahal Rp1.200,-. Suatu perbedaan harga yang relatif cukup jauh.

Bila konsumen sadar akan hal ini tentulah tidak akan mau membeli barang dalam bentuk paketan tersebut. Saya juga yang awalnya tertarik pada barang paketan tersebut menjadi batal membeli karena setelah hitung cepat di kepala, harganya ternyata lebih mahal daripada membeli secara satuan. Di swalayan tersebut cukup banyak barang paketan yang harganya lebih mahal dibanding bila membeli secara satuan. Saya tidak tahu apakah hal ini kesengajaan ataukah tidak. Atau jangan-jangan manajemen dan pegawai swalayan tersebut tidak bisa berhitung aljabar matematika secara benar. Mungkin juga peralatan elektronik komputasi yang digunakan seperti komputer, kalkulator atau alat hitung lainnya memang sedang rusak sehingga hasil perhitungan harga barang paketan terjadi seperti itu. Yang jelas, kemungkinan besar konsumen akan kecewa bila mengetahui barang paketan yang dibelinya lebih mahal dibanding bila membeli secara satuan.

Apakah hal ini tidak ada pengawasan dari pihak yang berwenang? Ataukah dianggap legal? Secara kasat mata jelas hal ini dapat merugikan konsumen. Saya yang berkecimpung di bidang keuangan lantas berpikir agak nakal, bagaimana dengan perhitungan pajak barang-barang tersebut? Apakah pihak swalayan menghitungnya secara satuan atau paketan? Bila barang paketan yang terjual dalam laporan keuangan dihitung sebagai barang satuan, tentulah pembayaran pajaknya akan lebih rendah. Makin banyak barang paketan yang terjual, tentulah perusahaan mendapatkan untung yang lebih besar, dari harga jual yang lebih tinggi dan selisih pajak dari barang paketan yang terjual tersebut bila dilaporkan sebagai penjualan barang satuan.

Bagi para konsumen, lebih telitilah dalam berbelanja. Bagi perusahaan swalayan, semoga mereka segera sadar agar tidak merugikan konsumen dan berpotensi merugikan pendapatan negara.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *